Sedikit pengantar, dari pencetus Braga Culinary Night:

...Braga Culinary Night akan menjadi distrik kuliner pertama di Kota Bandung yang berada di jalan paling penting Kota bandung, jalan Braga. Kali ini dengan semangat kolaborasi, kami mengundang para stakeholder kota yang berasal dari bermacam kategori: pemerintahan, akademisi, komunitas, pebisnis, dan media untuk bersama membangun rasa kecintaan terhadap kota kita tercinta.

Awal tahun 2014 nanti, Braga Culinary Night akan diadakan secara berkala setiap hari Sabtu malam. Braga Culinary Night merupakan langkah awal bagi kita semua, masyarakat Kota Bandung, untuk mengapresiasi kota dari pendekatan festivity di nadi yang paling krusial. Dengan perangkat bantu rekreasional paling utama, makanan, dan melihat pula banyaknya potensi bisnis dalam lingkup ini, Braga Culinary Night mendorong tujuan regenerasi dan cara pandang yang baru pada sebuah ruang kota.

Pelaku bisnis baru maupun lama, di sekitaran Jalan Braga pada khususnya, dengan eksplorasi kuliner yang tak terhingga kayanya, akan diundang untuk sebuah festival jalanan rutin mingguan yang semoga bisa menjadi mesin waktu untuk menilik kembali nilai-nilai historikal kota yang sempat terlupakan. 
Dari Braga Culinary Night , Untuk Bandung.

sore menjelang Braga Culinary Night
Jalan Braga - sore menjelang Braga Culinary Night
Waktu menunjukan sekitar pukul 5.14 sore, jalanan braga lebih ramai dari biasanya, apalagi dengan banyak hiasan ornamen payung warna-warni tambah chakeup. Acara BCN (Braga Culinary Night) memang belum dimulai karena jika sesuai jadwal acara start setelah maghrib hingga pukul 1 dini hari. Masih terlihat para panitia dan semua jajaran yang terlibat melakukan persiapan dan briefing, berbaur dengan pengunjung yang berfoto-foto dan kendaraan bermotor yang mulai keluar dari area jalanan Braga.

Braga Culinary Night - sore dan lengang
"ayu ah a gera-gera leumpang na"
Untuk yang membawa kendaraan bermotor bisa memilih untuk parkir di Braga Citywalk, area cikapundung, eks matahari banceuy, alun-alun, palaguna, balai kota, BIP.

Braga Culinary Night - makin sore makin ramai
Tambah sore tambah ramai

Braga Culinary Night - tertutup untuk kendaraan bermotor
Kendaraan bermotor sudah dilarang melintas

Braga Culinary Night - konsentrasi massa di tengah jalan Braga
Massa terkumpul di tengah jalan Braga

Braga Culinary Night - mobil polisi di jalan braga
Mobil polisi melintas menuju persimpangan Braga Citywalk
Meja - kursi Braga Culinary Night
Meja kursi disebar secara merata di sepanjang jalan Braga
Beberapa resto & cafe juga mengeluarkan kursinya

Braga Culinary Night - meja dan kursi
Meja kursi yang diduduki oleh orang yang sama selama berjam-jam. Persaingan kedudukan sangat sengit!

Mesin parkir otomatis jalan Braga
Mesin parkir otomatis

pasang-pasang hiasan payung
Atoh iyeu tukang payung di borong. Kira-kira BCN abis brapa payung sok?

Payung dipasang ku emang-emang.
Sambil nunggu hiasan dipasang dan kendaraan bermotor pada keluar, para tenant kuliner juga mulai berdatangan, mulai dari gerobak kecil sampai yang bawa truk makanan.

Mobil makanan - food car
Mobil makanan


gerobak makanan
Gerobak makanan - Keju aroma Gobang Gochiz
Salah satu hal dari sekian banyak hal yang patut dipuji dari Braga Culinary Night adalah PKL yang biasa jualan di jalan Braga diperbolehkan juga ikut mejeng di sini.

Kue Ape
Mang kue Ape 

Kios roko
Kios roko

persiapan mobil makanan
Mobil makanan mulai siap-siap
Selain yang berhubungan dengan jualan makanan, Braga Culinary Night juga siap dengan pemadam kebakaran, ambulance dan mobile toilet.

ambulance braga culinary night
Ambulance (jl. kejaksaan)

Pemadam kebakaran, bisi ada yang udut, langsung siram. (jl. kejaksaan)

Mobil polisi
Mobil polisi keren kieu

Mobil satpolPP
Mobil SatpolPP

Mobile toilet dengan sinyal kuat. Yang kebelet ga lagi ribet! (jl. kejaksaan)

tempat sampah
Tempat sampah, ada dimana-mana, ga ada alasan buang sembarangan.

Matahari mulai terbenam, disini mulai disadari elemen jualan yang paling penting, yaitu penerangan. Beberapa tenan terlihat sudah siap namun para pengunjung tidak aware karena terlihat gelap. BCN sebetulnya menyediakan penerangan tambahan berupa lampu sorot yang akhirnya digunakan untuk pencahayaan selfie para pengunjung.

Lampu sorot
Lampu tambahan penerangan BCN
Setelah maghrib para penjual makanan belum banyak yang siap dan, ternyata hujan memutuskan untuk manggil teman-temannya, mereka datang berbondong-bondong, dalam sekejap banyak jaket menjadi payung dadakan, restoran dan cafe sepanjang jalan Braga mendadak penuh dengan pengunjung yang membeli minuman termurah sambil menunggu hujan sedikit bersahabat.

Braga culinary night diguyur hujan
Profesi ojeg payung merupakan yang paling dicari disaat-saat seperti ini.

Kursi kosong
dan mendadak meja kursi teu payu.

Sekitar pukul 20.00 hujan semakin mengecil dan terasa romantis (namun tidak bagi mereka yang jibrug dan kabulusan), para pengunjung mulai antri makanan, bersamaan dengan datangnya warga Bandung yang baru datang dan mulai memadati jalan Braga yang tidak seberapa luas.

food truck
Food truck

mobil sosis
Tahun ini memang tahun sosis, makanan yang lagi hits di Bandung
Ternyata kang Emil walikota Bandung menyempatkan untuk menengok jalan Braga, semuanya berlomba tuk me-noong dan ambil gambar, karena posisi yang tidak strategis dan kamera seadanya ditambah pasedek jadi ga dapet gambar pak walikota dengan jelas, pas dapet gambar yang jelas eh malah tampak belakang :(

Braga culinary night - Ridwan kamil
Giliran jelas, eh tampak belakang. Pundung ah :(
Makin malam percepatan penambahan populasi di jalan Braga semakin menggila, basahnya air hujan bercampur aroma ketiak ribuan orang membuat masuk dan keluar dari Braga perjuangan yang tidak mudah, dibutuhkan kekuatan mental, raga yang sehat, serta hidung yang tahan hazeum.

Jalan braga penuh sesak
Jalan Braga penuh sesak
Braga Culinary Night sudah menyediakan tempat sampah, serta plastik sampah hampir setiap 10 meter, bahkan ada petugas kebersihan khusus bertugas mengangkut tempat sampah yang penuh maupun memungut sampah yang berserakan, namun masih ada aja pengunjung yang buang sampah sembarangan, bahkan yang duduk di meja, setelah beres makan mereka tinggalkan bekas makanannya begitu saja. Ini juga menjadi catatan bagi penyelenggara dan kita semua, untuk mendidik bahwa BCN itu self service, ga ada pelayan seperti di cafe yang beberes runtah kita.

Buang sampah sembarangan
Tambah gaya kalo peduli lingkungan, minimal buang sampah ditempatnya.

Alangkah lebih baik jika para penjual makanan bisa menyediakan porsi kecil dan murah, jadi semua pengunjung bisa mencicipi semua jajanan sebelum uangnya habis atau sebelum kekenyangan. Secara keseluruhan acara BCN sangat kewen beud karena bisa mendorong warga Bandung untuk berinteraksi diluar dan menggunakan ruang-ruang publik, juga menjadi salah satu kanal bagi pengusaha kuliner untuk memperkenalkan makanan/minumannya, yang pasti hasil evaluasi panitia BCN kemarin pasti lebih jeli, demi BCN selanjutnya dan Bandung yang lebih baik #BandungJuara.



Sepanjang jalan Braga
Hari sabtu, pukul 18.00 - 01.00


View Bandung View in a larger map



Poskan Komentar

  1. emg Tiap Hari sabtu yach??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup hanya diadakan tiap hari sabtu, kecil kemungkinan diadakan tiap senin =)) Tapi sepertinya sabtu berjadwal, Jadi sebelum berangkat konfirmasi dulu dengan panitia BCN via twitter @bragaculinary

      Hapus
    2. kang upami bade ngiringan BCN daftarna kmn

      Hapus
    3. Ngiring jajan ngiring dagang? :-? Ngiring dagang mereun nya :>)
      Cobian mensien ka opisial twitterna @bragaculinary (https://twitter.com/bragaculinary). Di bio na ge aya no telp. sareng website na. Yeuh:

      +62 813 20115772 (office-hours)
      http://housethehouse.com/bcn/

      Sok atuh di pollow up.

      Hapus
  2. Keren tuh,gak menabrak maghrib. Patut didukung 100%

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, hayu kita dukung usaha lokal (o)

      Hapus

Bagi pendapatnya yah, gratis kok ;)

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.